Ketahui Tanda-Tanda Depresi Pada Anak-anak

Di zaman yang sudah serba cepat ini, sebagai orang tua apalagi orang tua yang baru memiliki satu anak tentu pernah mengalami kesusahan untuk menentukan cara yang tepat dalam edukasi anak dan pendekatan yang sesuai dengan zamannya. Anak-anak sekarang akan lebih sering memegang gadget dan banyak menghabiskan waktu disana. Penerapan standar pembelajaran juga semakin meruncing ke gadget. Apa-apa harus melalui gadget, sebagai orang tua tentu kita tidak mau melewatkan tumbuh kembang buah hati. Termasuk dalam perkembangan mentalnya. Anak-anak cenderung memiliki perasaan yang riang dan ceria, ringan dan selalu merasa tertarik dengan hal-hal baru. Memang tidak semua anak akan tumbuh dengan aktif, sebagian dari mereka juga bersikap introvert sejak kecil. Tak ada yang salah dengan sikap introvert tersebut, hanya saja jika tidak diperhatikan sikap introvert ternyata juga bisa menjadi awal dari tumbuhnya depresi. Sangat berbahaya jika anak anda sudah depresi sejak dini, untuk itu bekali pemahaman anda tentang tanda-tanda depresi yang bisa saja menyerang pada anak-anak.

Ketahui Tanda-Tanda Depresi Pada Anak-anak
Ketahui Tanda-Tanda Depresi Pada Anak-anak
  1. Gangguan Tidur

Saat anak mengalami gangguan tidur seperti kurangnya jam tidurnya sehari-hari atau juga terlalu banyak tidur bahkan saat bukan jam tidur seperti biasanya, bisa saja itu adalah gejala awal anak mulai memasuki gejala depresinya. Sebisa mungkin ajak diskusi atau mengobrol santai dengan membacakannya cerita dongeng dan sebisa mungkin membuatnya rileks dan santai. Saat anak dalam keadaan santai dan rileks mereka bisa secara perlahan tidur dengan normal.

  • Mudah Bosan

Tanda lainnya yang terjadi dalam keseharian adalah mulai kehilangan minat dan ketertarikan pada kegiatan yang biasanya disukainya. Tanda ini bisa menjadi petunjuk paling dekat dalam keseharian. Dan mudah nampak oleh orang tua, jika anak-anak dirasa mulai mudah bosan dengan hal-hal yang biasanya dia lakukan dengan antusias bisa saja anak-anak mulai merasa depresi karena suatu tekanan. Namun bisa saja ini hanya bosan biasa karena anak-anak memerlukan aktivitas baru yang tidak monoton dan sedikit penyegaran seperti bermain di taman atau makan di luar.

  • Pesimis dan Kritis

Saat anak anda mulai membuat komentar dengan kalimat yang kritis dan sinis terhadap dirinya sendiri ini adalah ciri dia mulai pesimis terhadap dirinya sendiri, merasa orang lain akan baik-baik saja tanpa adanya dirinya, selalu cepat putus asa bisa menjadi salah satu ciri yang sudah menjurus ke depresi. Jika anak sudah merasa demikian, sebgai orang tua tentu anda harus merasa prihatin dan mulai meluangkan waktu lebih untuk memeriksa dimana letak kesalahannya. Apakah pada lingkungan sekolahnya, teman-temannya, atau justru pada keluarganya. Curahkan waktu lebih untuk mulai membangun komunikasi intens agar bisa mencari tahu informasi detail dan akurat.

  • Tertarik dengan Film Genre Kekerasan Atau Pembunuhan

Jika gejala satu ini sudah ada pada anak-anak, harusnya anda sudah mulai khawatir dan membawanya ke psikolog anak. Ketertarikan terhadap kekerasan atau film-film genre pembunuhan sangat tidak bagus untuk kesehatan mental anak. Bisa saja mereka mulai tertarik melakukan bunuh diri karena mengalami depresi berat dan tekanan yang tidak bisa dia bagi dengan orang lain. Saat anak sudah masuk dan mulai tertarik dengan kekerasan dan pembunuhan itu menandakan anda harus melakukan pengawasan ekstra terhadapnya, mulai memberikan beberapa metode penyembuhan yang bisa menyembuhkan mentalnya secara perlahan-lahan. Anak adalah harta berharga yang dititipkan tuhan pada kita, menjaganya dari kecil sampai kita sudah dipanggil untuk kembali adalah kewajiban dan keharusan yang dilakukan secara tulus tanpa pamrih.